Dasar

Cara memilih nama bayi: 7 langkah sampai yakin

Langkah praktis memilih nama bayi: tentukan prioritas keluarga, buat daftar panjang, persempit dengan alasan yang jelas, lalu uji nama sebelum memutuskan.

Oleh Tim Kunamai · Diperbarui · 4 menit baca

Memilih nama bayi jarang gagal karena kurang ide. Yang lebih sering terjadi justru sebaliknya: terlalu banyak pilihan, terlalu banyak pendapat, dan tidak ada cara yang jelas untuk memutuskan. Panduan ini membagi prosesnya menjadi tujuh langkah. Kamu tidak harus mengikuti semuanya secara berurutan, tetapi setiap langkah membantu mengubah “semua nama terasa bagus” menjadi “nama ini paling pas untuk kami”.

1. Tulis apa yang penting bagi keluargamu

Sebelum mencari nama, tulis dulu kriterianya. Ini terdengar kaku, tetapi justru membuat pencarian lebih ringan. Beberapa pertanyaan yang bisa membantu:

Lalu bedakan mana yang wajib dan mana yang sebaiknya. Misalnya, “artinya harus baik” mungkin wajib, sedangkan “berakhiran -a” hanya sebaiknya. Pembedaan ini sangat membantu saat dua kriteria saling bertabrakan.

2. Sepakati cara memutuskan sejak awal

Jika ada dua orang tua, sepakati aturan mainnya sebelum daftar nama bertambah panjang. Pendekatan yang sering berhasil:

3. Buat daftar panjang tanpa menyaring terlalu cepat

Tahap ini untuk mengumpulkan, bukan menilai. Ambil nama dari mana saja: buku, kamus, nama tokoh yang kamu kagumi, kata dalam bahasa daerah, nama keluarga, atau nama yang pernah kamu dengar dan sukai. Targetkan 20 sampai 40 nama.

Jika kamu belum punya ide sama sekali, mulai dari kata atau makna yang kamu sukai, misalnya cahaya, bumi, kesabaran, atau bunga. Lalu cari nama dari berbagai bahasa yang membawa makna serupa.

4. Persempit dengan alasan, bukan perasaan saja

Sekarang baca daftar panjang dan beri tanda pada setiap nama: suka, mungkin, atau tidak cocok. Untuk setiap nama yang dicoret, tulis alasannya dalam beberapa kata, misalnya “terlalu panjang”, “terlalu populer”, atau “sulit dieja”.

Alasan ini lebih berharga daripada keputusannya. Setelah 10 sampai 15 nama, pola selera biasanya mulai terlihat. Mungkin kamu ternyata selalu menolak nama berawalan huruf tertentu, atau selalu menyukai nama dengan dua suku kata. Pola ini membantu mencari nama baru yang lebih tepat sasaran.

5. Periksa arti, asal, dan ejaan setiap kandidat

Untuk lima sampai sepuluh kandidat terakhir, periksa artinya dengan lebih serius. Banyak situs daftar nama saling menyalin tanpa sumber, dan satu ejaan bisa punya beberapa asal bahasa dengan arti berbeda. Baca cara memeriksa arti nama bayi untuk langkah lengkapnya.

Periksa juga variasi ejaan. “Hana” dan “Hannah”, “Nur” dan “Noor”, atau “Candra” dan “Chandra” bisa memberi kesan berbeda dan mungkin dibaca berbeda oleh orang lain.

6. Uji nama dalam kehidupan sehari-hari

Nama akan dipakai puluhan tahun. Sebelum memutuskan, uji kandidat terakhir dalam situasi nyata:

Gunakan daftar periksa sebelum memutuskan nama bayi untuk pengecekan yang lebih lengkap.

7. Beri waktu, lalu putuskan

Jika masih ada dua atau tiga kandidat, coba “pakai” setiap nama selama beberapa hari. Sebut nama itu saat membicarakan bayi, tulis di catatan, dan perhatikan perasaanmu. Sering kali satu nama terasa semakin pas, sementara nama lain mulai terasa asing.

Tidak apa-apa jika keputusan baru muncul setelah bayi lahir. Banyak orang tua menyiapkan dua atau tiga kandidat, lalu memilih setelah bertemu bayinya. Yang perlu diingat hanyalah batas waktu pelaporan kelahiran. Baca kapan sebaiknya menentukan nama bayi untuk perencanaannya.

Ringkasan

  1. Tulis kriteria dan pisahkan yang wajib dari yang sebaiknya.
  2. Sepakati cara memutuskan bersama pasangan dan keluarga.
  3. Kumpulkan 20 sampai 40 nama tanpa menyaring terlalu cepat.
  4. Persempit dengan menulis alasan suka dan tidak suka.
  5. Periksa arti, asal, dan ejaan kandidat terakhir dari sumber tepercaya.
  6. Uji nama lengkap, panggilan, inisial, dan aturan akta kelahiran.
  7. Beri waktu sebelum memutuskan.

Sumber dan bacaan lanjutan