Keluarga

Cara menggabungkan nama ayah dan ibu untuk nama bayi

Lima cara memasukkan nama ayah dan ibu ke dalam nama bayi, dari memakai nama ayah sebagai nama belakang sampai menggabungkan suku kata, beserta risikonya.

Oleh Tim Kunamai · Diperbarui · 3 menit baca

Menggabungkan nama ayah dan ibu ke dalam nama bayi adalah cara populer untuk membuat nama terasa personal. Namun, gabungan yang terburu-buru bisa menghasilkan kata yang sulit diucapkan atau punya arti tak terduga. Panduan ini membahas beberapa cara yang bisa kamu coba, dari yang paling sederhana sampai yang paling kreatif.

Mengapa nama ayah atau ibu sering dipakai

Di banyak keluarga Indonesia, tidak ada nama keluarga yang diwariskan. Karena itu, memakai nama ayah atau ibu menjadi cara untuk menandai hubungan keluarga. Ada juga alasan praktis: nama di akta kelahiran harus terdiri dari minimal dua kata, dan banyak dokumen internasional meminta nama belakang. Baca aturan nama anak di akta kelahiran.

Beberapa suku di Indonesia memiliki marga atau fam yang diwariskan, misalnya di Batak, Minahasa, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Jika keluargamu memiliki marga, aturan adat biasanya sudah menentukan cara marga dicantumkan. Panduan ini lebih relevan untuk keluarga yang tidak memiliki nama keluarga tetap.

Lima cara menggabungkan

1. Nama ayah atau ibu sebagai nama belakang

Cara paling sederhana adalah memakai nama ayah, atau nama ibu, secara utuh sebagai kata terakhir. Misalnya, jika ayah bernama Pratama, anak bisa bernama “Lintang Pratama”.

Kelebihan: mudah, jelas, dan langsung berfungsi seperti nama keluarga. Kekurangan: jika nama ayah atau ibu panjang, nama lengkap anak bisa mendekati batas 60 huruf.

2. Nama kedua ayah dan ibu

Gunakan satu kata dari nama ayah dan satu kata dari nama ibu sebagai nama tengah dan nama belakang. Cara ini adil bagi kedua orang tua, tetapi menambah panjang nama. Hitung jumlah hurufnya sebelum memutuskan.

3. Gabungan suku kata

Ambil satu atau dua suku kata dari nama ayah dan ibu, lalu satukan menjadi kata baru. Ini cara yang paling kreatif, dan juga paling berisiko.

Jika kamu memilih cara ini, periksa:

4. Huruf awal

Pilih nama yang huruf awalnya sama dengan huruf awal nama ayah atau ibu. Cara ini halus dan memberi kebebasan memilih nama apa pun yang kamu suka.

5. Makna yang berkaitan

Pilih nama yang maknanya terhubung dengan makna nama ayah atau ibu. Jika nama ibu berarti bulan, nama anak bisa berarti bintang. Hubungannya tidak terlihat dari bunyi, tetapi menjadi cerita yang indah untuk diceritakan kelak.

Pertimbangan sebelum memutuskan

Ringkasan

Memakai nama orang tua secara utuh adalah cara paling aman. Menggabungkan suku kata adalah cara paling kreatif, tetapi perlu diperiksa pengucapan dan artinya. Apa pun caranya, nama terbaik adalah nama yang kamu suka dan siap kamu ceritakan alasannya.